Interpretasi Sistem Informatika di Rumah Sakit

 

Interpretasi Sistem informatika di Rumah Sakit

Masalah SI di rumah sakit ada 5 :

  1. Data
    1. Ketersediaan : kesulitan dalam mengumpulkan data dasar di RDS
    2. Format : data dasar yang tersedia tidak dalam format digital
  2. Teknologi
    1. Ketersediaan : komputer terminal tidak tersedia merata di semua bagian
    2. Kualitas : jaringan komputer dan koneksi internet kurang memadai
    3. Kesesuaian : teknologi yang ada tidak kompatibel dengan SIRS
  3. Kognisi Personal
    1. Respon : personal RS tidak antusias dan merespon ada nya SIRS
    2. Konsistensi : personal RS tidak aktif dalam mengoperasikan SIRS
  4. Kapabilitas personal
    1. Kemampuan : personal dalam menggunakan SI belum memadai
    2. Pelatihan : pelatihan di lakukan berulang-ulang
  5. Manajemen
    1. Sosialisi : manajemen tidak melakukan soalisi SiRS secara memadai
    2. Delegasi : kesulitan dalam mendelegasikan pekerjaan kepada personal
    3. Mobilisasi : menajemen tidak mendorong personal untuk menggunakan SIRS
    4. Evaluasi : tidak dilakukan terhadap pengoperasian SIRS
    5. Konsistensi : manajemen tidak satu kata dalam mengambil keputusan
    6. Penghargaan : tidak ada skema penghargaan dalam menggunakan SIRS

Solusi Tentang Sistem Informatika di Rumah Sakit

  1. Data

Harus menyediakan 1 operator yang memegang program SIR untuk pengumpulan data bagi setiap ruangan

  1. Tekonologi

Penggunaan barang yang melibatkan pihak manajemen sebagai pengambil keputusan

  1. Kognisi Personal

Pelatihan dan pembelajaran seperti SIK agar memudahkan pekerjaan digital

  1. Kapabilitas Personal

Pelatihan dan pembelajaran seperti SIK agar memudahkan pekerjaan digital

  1. Manajemen

Manajemen harus mendorong pagawai untuk menggunakan SIRS dengan imbalan memberi rewards pada pegawai uang menggunakan SIR dengan baik. Sehingga itu memotivasi pegawai lain nya untuk berlomba-lomba dalam menggunakan SIR

Kategori Website Beserta 3 Aplikasinya

Nama               : Rastika Fazria Rianti

NIM                  : C1AA16078

Kelompok       : 5

Kelas               : 4B S1 Keperawatan

 

Kategori Website Beserta 3 Aplikasinya

  1. Maessenger

chat messenger atau instan messenger atau bisa disebut chatting yaitu sebuah perangkat lunak yang memfasilitasi pengiriman pesan singkat, suatu bentuk komunikasi secara langsung antar dua orang atau lebih hanya dengan menggunakan teks yang diketik. Teks tersebut dikirim melalui komputer atau ponsel yang terhubung dengan sebuah jaringan internet. Aplikasi yang trmasuk kategori messenger:

a. Snapchat

Snapchat adalah aplikasi pesan yang dapat mendukung beberapa hal termasuk panggilan suara,, pesan video, [esan foto, dan pesan teks.

b. WeChat

Wechat adalah aplikasi yang memiliki fitur aplikasi chat, berbagi foto, melakukan panggilan video atau suara.

c. Skype

Skype memiliki  fitur pesan teks, panggilan video, panggilan suara, dan bahkan memanggil orang dengan nomor telepon asli dengan biaya nominal

  1. Storage

Pengertian layanan cloud storage adalah layanan penyimpanan file di internet dimana file-file yang tersimpan bisa dikelola dari mana saja selama user masih terhubung dengan cloud storage tersebut melalui jaringan internet.

Konsep pada cloud storage adalah sama seperti pada konsep file server di suatu perusahaan. Bedanya infrastruktur pada media storage tersebut dikelola oleh provider cloud, dan selanjutnya pemanfaatannya dijadikan sebagai layanan penyimpanan file yang bisa diakses dari internet.

a. Amazon Drive

amazon drive menyediakan kapasitas penyimpanan gratis sebsar 5gb yang bisa digunakan untuk berbagai jenis file

b. DropBox

dropbox dapat menyimpan dengan kapasitas sebesar 2gb secara gratis. Serta dapat ditingkatkan kapasitasnya sebsar 16 gb apabila bila mengajak orang lain untuk menggunakan dropbox.

c. I-Drive

i-drive menyediakan solusi satu pintu untuk beragam kebutuhan back up data. Selain itu aplikasi ini mengizinkan untuk mengakses data beack up dari perangkat lain lewat smartphone.

TUGAS SIK : SLIDE PRESENTASI KEJADIAN INFEKSI HIV

BAB I

PENDAHULUAN

Penyakit HIV/AIDS merupakan suatu penyakit yang terus berkembang dan menjadi masalah global yang melanda dunia. Menurut data WHO (World Health Organization) tahun 2012, penemuan kasus HIV (Human Immunodeficiency Virus) di dunia pada tahun 2012 mencapai 2,3 juta kasus, dimana sebanyak 1,6 juta penderita meninggal karena AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dan 210.000 penderita berusia di bawah 15 tahun (WHO, 2012). Program bersama Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk penanganan AIDS (UNAIDS) mencatat penyebaran (distribusi) Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Indonesia mencapai 49 ribu atau tumbuh 16% setiap tahunnya, dan menempatkan Indonesia diposisi 3 yang masyarakatnya menderita HIV setelah Tiongkok dan India. (Katadata.co.id)

 KONSEP DASAR

Angka kejadian infeksi HIV AIDS dari tahun ke tahun semakin menaik di indonesia, hal ini sesuai dengan teori bahwa kejadian infeksi HIV AIDS seperti fenomenanya gunung es.

Menurut WHO, HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah retrovirus yang menyerang sel sel pada sistem kekebalan tubuh manusia, terutama sel darah putih didalam tubuh, yakni Sel Limfosit T, Sel CD4, dan komponen utama pada sistem imunitas tubuh.

HIV dapat menular melalui :

  • Hubungan seksual Berbagi jarum suntik
  • Produk darah dan organ tubuh
  • Ibu hamil positif HIV ke bayinya

Cegahlah HIV dengan cara :

  • Abstinance : tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah
  • Be Faithful : setia pada satu pasangan seksual
  • Use Condom : menggunakan kondom ketika harus terpaksa melakukan hubungan yang beresiko
  • No Drug : tidak menggunakan narkoba
  • Education : mencari informasi yang benar dan tepat mengenai HIV AIDS

BAB II

DATA & GRAFIK

Jumlah Infeksi HIV Menurut Tahun sampai dengan Desember 2017 di indonesia

BAB III

INTERPRETASI & OPINI

Berdasarkan diagram diatas, menunjukkan bahwa angka kejadian menular HIV AIDS yang paling terbesar adalah tahun 2017 sebanyak 48.300 kasus, tahun 2016 sebanyak 41.250, tahun 2014 sebanyak 32.711 kasus, tahun 2015 sebanyak 30.935 kasus, dan yang paling terkecil pada tahun 2013 sebanyak 29.037 kasus. Data ini didapat dari Kemenkes RI 2017 yang di lampirkan oleh SIHA Menurut kelompok kami, Hal ini menunjukkan bahwa pencegahan dan promosi kesehatan tentang HIV belum tersampaikan secara menyeluruh bagi masyarakat di indonesia.

Agar lebih mudah bisa lihat di ppt 🙂